unduhanPagi ini menuju Auditorium Unnes Kampus Sekaran Gunungpati Semarang untuk menghadiri undangan dalam rangka Upacara Dies Natalis ke 47 Unnes. Tidak seperti biasanya dimana menjelang tanggal 30 maret sejak 2008 selalu disibukkan dengan presentasi/tampilan untuk acara tahunan ini, tapi 2012 ini hanya disibukkan mencuci dan menyetrika PSH saja.

Dirgahayu Unnes, salam konservasi!

Banyak perusahaan yang bergerak dibidang yang sama dengan Google dengan pola kerja dan strategi pengembangan bisnis yang bermacam-macam dan Google mampu memposisikan sebagai yang teratas. Namun demikian, keberhasilan Google tidak terlepas dari persoalan hukum. Dalam pengembangan produk-produknya, Google dinilai berbagai pihak melakukan perbuatan melawan hukum antara lain tuduhan ”penjiplakan” sistim periklanan, dan Google berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Rachel Whetstone, Vice President Google of Global Communications and Public Affairs, dalam blog resmi Google mengatakan Google kerap mendapatkan ‘sensor’ dari berbagai pemerintahan dan memintanya untuk membatasi atau menghapus konten yang tidak sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku di negara tersebut, namun Google berhasil meyakinkan bahwa mereka tetap berusaha untuk menyajikan yang terbaik dan berada dijalur hukum yang berlaku.

Kesuksesan Google ini secara tak langsung juga sudah mengangkat posisi situs webnya dalam berhadapan dengan portal lain yang menawarkan banyak layanan online dan konten digital. Portal biasanya berusaha mengikat pengunjung, sedangkan Google malah membiarkan pengaksesnya berpindah-pindah secara bebas. Para analis memperkirakan Yahoo akan membeli saham di perusahaan saingan Google, Overture Services. Microsoft juga mulai memerhatikan Google, buktinya mereka giat membenahi kekuatan situs pencari MSN. Google juga mendapat saingan dari perusahaan lain yang mencoba mengimitasi sistemnya. Yahoo dan mesin pencari Ask Jeeves, misalnya, meniru kesederhanaan tampilan halaman Google, sedangkan perusahaan lain mencoba menawarkan tampilan informasi yang unik. Contohnya Vivisimo yang membagi pencarian ke sejumlah kategori. Lalu perusahaan kecil seperti Groxis dan Kartoo mengorganisasi informasi secara visual. Google sendiri rupanya tidak mau bersaing langsung. Mereka malah berharap dengan membantu saingan mereka mendapat penghasilan iklan dan pengunjung lebih banyak, bisnisnya tidak lagi diganggu-ganggu.

Sumber Referensi :

——-http://www.scribd.com/doc/40616797/Model-Bisnis-Google-Larry-Page-Dan-Sergey-Brin-Sebagai-Entrepereneur

——-http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Google http://www.google.com/corporate/culture.html http://www.vertygoteam.com/google_marketing_strategy.php

——-http://www.vertygoteam.com/google_business_model.php

Sampai saat ini Google menjalankan lebih dari satu juta server di seluruh dunia dan memproses lebih dari satu milyar permintaan pencarian dan dua puluh petabyte data setiap harinya. Server Google dijalankan menggunakan platform Unix/Linux dan dikembangkan dengan bahasa pemrograman Python, Java, C + +. Google File System (GFS) adalah platform penyimpanan inti mereka. Saat ini ada lebih dari 200 GFS cluster di Google. Sebuah cluster dapat memiliki 1000 atau bahkan 5.000 mesin. puluhan ribu mesin mengambil data dari GFS cluster yang menjalankan penyimpanan seluas 5 petabyte dan Read/Write dapat mencapai 40 gigabyte/detik di cluster. MapReduce adalah model pemrograman dan sebuah implementasi yang berhubungan untuk memproses dan menghasilkan kumpulan data yang besar. Saat ini terdapat 6.000 aplikasi MapReduce di Google dan ratusan aplikasi baru yang sedang ditulis setiap bulan. Skala Bigtable untuk menyimpan URL milyaran, ratusan terabyte citra satelit, dan preferensi ratusan juta pengguna. Google memvisualisasi infrastruktur mereka menjadi tiga layer:

  1. Produk : pencarian, iklan, email, peta, video, chatting, blogger
  2. Sistem Infrastruktur Terdistribusi : GFS, MapReduce, dan Bigtable.
  3. Computing Platform : sekumpulan mesin data center yang berbeda

Yang membedakan mereka dari perusahaan lain adalah mengendalikan segala sesuatu dan itu adalah platform. Dan yang mereka perlukan:

  1. Reliabilitas tinggi di pusat data
  2. Skalabilitas untuk ribuan node jaringan
  3. Membutuhkan bandwith yang besar untuk Read/Write
  4. Mendukung blok yang besar dari data yang ukuran gigabyte.
  5. Membagi operasi yang efisien di seluruh node untuk mengurangi kemacetan jaringan.

Kultur Organisasi

At Google, we know that every employee has something important to say, and that every employee is integral to our success. We provide individually- tailored compensation packages that can be comprised of competitive salarky, bonus, and equity components, along with the opportunity to earn further financial bonuses and rewards. (Google website)

Hidup perlu keseimbangan adalah teori perilaku organisasi yang coba direalisasikan oleh Google. Google berpendapat bahwa tuntutan berkreasi yang harus dilakukan dalam hitungan menit hanya dapat dilakukan bila karyawan merasakan kenyamanan dalam bekerja. Rahasia mengapa Google terdiri dari orang-orang kreatif adalah bagaimana Google sangat fokus dalam proses hiring atau perekrutan karyawannya. Mereka berusaha untuk menemukan orang-orang yang tepat, yakni orang-orang yang sesuai dengan budaya Google bahkan ketika saat itu perusahaan Google belum jelas mendapat keuntungan yang dihasilkan. Google membangun sistem kerja yang unik untuk para karyawannya, di Googleplex sebutan untuk kantor pusat Google di Silicon Valey, California, suasana kerja diciptakan dengan menanggalkan kesan formal sehingga karyawannya menjadi lebih leluasa untuk berinovasi, berimprovisasi dan memberikan kesan para pimpinan bisa tetap dekat dengan karyawannya. Meski demikian nilai objektivitas tetap dikembangkan. Semboyan don’t be evil digunakan untuk menunjang nilai objektivitas dan kejujuran.

Read More →

Perkembangan HTML 5

Perkembangan Web semakin tidak dapat dipungkiri. Situs-situs baru dan inovatif yang diciptakan setiap hari, memperlebar batas-batas dari HTML ke segala arah. HTML 4 telah digunakan sekitar hampir satu dekade dari sekarang, dan pengembang terus mencari teknik baru untuk meningkatkan fungsionalitas yang terkendala oleh bahasa dan browser. Untuk memberikan lebih banyak fleksibilitas dan interoperabilitas bagi pengembang, dan memungkinkan website dan aplikasi lebih interaktif dan menarik, HTML 5 diperkenalkankan dengan meningkatkan berbagai fitur termasuk kontrol form, API, multimedia, struktur, dan semantik. Sejak tahun 2004 hingga saat ini dilakukan pengembangan bersama antara W3C HTML WG dan WHATWG . Banyak pemain kunci yang berpartisipasi dalam upaya W3C tersebut termasuk perwakilan dari empat vendor browser utama: Apple, Mozilla, Opera, dan Microsoft, dan berbagai organisasi lain dan individu dengan beragam kepentingan dan keahlian.

Berikut perjalanan panjang perkembangan HTML 5 hingga sekarang:

  • Pada tahun 1997, W3C mengumumkan tidak akan lagi memperpanjang HTML 4 dan melihat XML dan XHTML sebagai masa depan. Penanganan Kesalahan Draconian, (Draco adalah pemimpin Yunani yang diberi hukuman mati karena pelanggaran kecil), diinstruksikan bahwa browser adalah untuk memperlakukan semua kesalahan dalam XML sebagai sesuatu yang fatal. Dengan 99% dari halaman web menampilkan kesalahan kecil, dan kurangnya fitur-fitur baru dalam XML, banyak webmaster mengabaikan standar baru atau lanjutan untuk melayani situs Web mereka sebagai HTML, bahkan ketika mengadopsi XHTML.
  • Pada tahun 2004, sekelompok pengembang dan vendor browser termasuk Apple, Opera dan Mozilla memberikan presentasi kepada W3C pada perkembangan HTML 4 untuk menyertakan fitur baru untuk aplikasi web modern. W3C menolak proposal mereka memperluas HTML dan CSS. Mereka berniat memberontak perkembangan HTML4 dan memisahkan diri dari W3C, membentuk kelompok kerja mereka sendiri yang disebut WHATWG (Web Hypertext Applications Technology Working Group). Inti dari keyakinan WHATWG adalah kompatibilitas mundur dan mengampuni penanganan kesalahan. Visi WHATWG adalah untuk memperpanjang fitur HTML termasuk penanganan form sambil memastikan bahwa hal itu akan menurunkan keanggunan di browser lama. Sementara dunia W3C ingin pindah ke XML standar baru, WHATWG direncanakan untuk mengevolusi HTML yang ada untuk mendukung internet modern.
  • Pada tahun 2006, Tim Berners-Lee, pendiri W3C, mengakui bahwa para pemberontak di WHATWG telah mendapatkan momentum dan mengumumkan bahwa W3C akan bekerja sama dengan WHATWG untuk mengembangkan HTML. Kelompok Kerja W3C HTML dibentuk, bekerja dengan HTML dalam kaitannya dengan XHTML. HTML5 secara resmi lahir.
  • Pada bulan Oktober 2009, W3C menutup XHTML2 dan membuat HTML 5 Internet masa depan. Para perompak mengambil alih kapal!

(dikutip dari http://www.uprian.com/2010/06/mengenal-html5-web-masa-depan-internet.html)

Read More →

Charles Kao, ilmuwan yang memiliki peran penting dalam teknologi serat optik, akhirnya mendapatkan pengakuan dunia. Kao mendapatkan hadiah nobel dalam bidang Fisika.

Kao, ilmuwan kelahiran Shanghai, mendapatkan hadiah Nobel dalam bidang Fisika untuk ‘pencapaian yang luar biasa mengenai transmisi cahaya dalam serat komunikasi optik’. Penghargaan itu diterimanya bersama-sama (shared prize) dengan Willard Boyle dan George Smith.

Temuan Kao pada 1966 adalah menentukan cara mentransmisi cahaya pada jarak jauh menggunakan serat optik kaca ultra-murni. Temuan ini meningkatkan jangkauan hingga sekitar 99 kilometer dari sebelumnya hanya 19 meter.

hasil kopas dari detikInet.

E-Learning merupakan sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan dalam model pembelajaran ini adalah jaringan komputer sehingga memungkinkan untuk dikembangkan dengan berbasis web yang kemudian dikembangkan lagi melalui akses internet yang juga disebut Internet Enabled Learning. Penyajian e-Learning berbasis web memungkinkan informasi perkuliahan menjadi real time dan bersifat interaktif. Dalam sistem e-Learning aktifitas perkuliahan ditawarkan untuk bisa melayani seperti perkuliahan biasa (Somantri 2004).

Standarisasi diperlukan untuk menjamin akuntabilitas konten pembelajaran yang digunakan pada e-Learning. Berdasarkan pengamatan dilapangan, banyak penyedia konten e-Learning tidak memperhatikan standarisasi pendistribusian konten e-Learning. Menurut Djuniadi (2006), model pembelajaran e-Learning harus memenuhi standarisasi sebagai berikut :

  1. Interoperability, yaitu sistem tidak mengalami data tidak ditemukan ketika digunakan.
  2. Reusability, yaitu sistem yang dibangun memiliki konten atau materi yang senantiasa dapat digunakan terus–menerus.
  3. Manageability, yaitu sistem yang dibangun mampu mengelola informasi tentang mahasiswa dan mata kuliah dengan baik. Data tersebut dapat ditelusur kembali dan didapatkan data yang benar.
  4. Accessibility, sistem yang dibangun mempunyai layanan akses yang diberikan kepada mahasiswa berperan dengan baik. Sehingga mahasiswa dapat memperoleh materi dengan benar dan dapat dilakukan sembarang waktu.
  5. Durability, sistem yang dibangun tidak mengalami keusangan atau dengan kata lain sistem tersebut senantiasa up to date.

SCORM (Shareble Content Object Reference Model) merupakan standarisasi pendistribusian konten e-Learning yang dikeluarkan oleh ADL (Advanced Distributed Learning). Standarisasi ini memungkinkan pertukaran objek pembelajaran antara LMS yang satu dengan yang lainnya, sehingga konten pembelajaran tersebut dapat digunakan terus menerus (reusability) dengan memperbaharui isi tanpa membuat dari awal lagi (Bohl 2002).

Read More →

Berikut kutipan dari situs detikSurabaya.com

Hari ini diprediksi sebagian besar warga di Tanah Air akan mengenakan batik. Sebab United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO)  menetapkan batik sebagai warisan budaya milik Indonesia, Jumat (2/10/2009).

Hari yang dinanti-nantikan ini pun dijadikan sebagai hari batik. Animo masyarakat menyambut hari batik ini tinggi. Sejumlah toko batik di Pasar Atum dan Pasar Grosir Surabaya (PGS) dibanjiri pembeli. Sebagian besar warga Surabaya akan merayakan pengukuhan batik itu dengan menggelar acara di tempatnya bekerja atau kampus masing-masing.

Rencananya, pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO akan dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Hal ini telah ditegaskan oleh Menteri Ad-Interim Kebudayaan dan Pariwisata, Mohammad Nuh yang ditemui di Departemen Kominfo, Rabu (30/9/2009) lalu.

“Pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO akan dilakukan kurang lebih pada pukul 20.00 WIB dan Presiden akan mendeklarasikannya secara resmi pada pukul 21.00 WIB” kata M Nuh.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memakai batik pada 2 Oktober secara serentak. Hal ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur atas prestasi serta anugerah yang telah diraih oleh bangsa Indonesia. Seruan ini pun langsung diikuti oleh para kepala daerah di Indonesia.

Proses pengukuhan batik Indonesia cukup panjang. Berawal pada 3 September 2008 yang kemudian diterima secara resmi oleh UNESCO pada tanggal 9 Januari 2009. Tahap selanjutnya adalah pengujian tertutup oleh UNESCO di Paris pada tanggal 11 hingga 14 Mei 2009.

Pakai batik rek!

Tapii….

Unnes tercinta kok adem ayem ya? tidak ada surat edaran, himbauan pun tiada berita…. Meskipun demikian banyak dijumpai rekan-rekan di Unnes yang pada hari ini menggunakan batik, tidak sedikit juga yang menggunakan kaos olahraga guna mengikuti senam aerobik.