Tulisan ini saya comot dari blog salah satu pengajar saya, Pak Lukito Edi Nugroho di http://lukito.staff.ugm.ac.id/2013/03/01/strukturisasi-skripsi-tesis-atau-disertasi-dalam-satu-diagram/ Tulisan yang ringkas namun komplit pakai banget mengenai Skripsi – Thesis atau Disertasi, monggo dinikmati:

Menulis skripsi, tesis, atau disertasi bukan hanya sekedar menyusun kalimat untuk membangun konten dari bagian-bagian naskah ilmiah tersebut. Yang tidak kalah pentingnya adalah menjamin keruntutan antara satu bagian dengan bagian yang lain. Kelancaran “aliran” ide dan penjelasan inilah yang membuat naskah skripsi, tesis, dan disertasi menjadi enak dibaca.

Research-Stages2

1328529514Bapak Saya lahir di Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, sebuah desa kecil yang asri dan sejuk di kakai pegunungan Dieng. Tepat di bawah Kampus UNSIQ Wonosobo (dulu namanya IIQ), mbah yang biasa kami panggil mbah miri (berasal dari Kemiri, nama dusun tempat tinggal mbah) tinggal. Maka sudah menjadi kewajiban bagi keluarga kami untuk berkunjung ke rumah mbah, setidaknya setiap hari lebaran. Kini mereka berdua (mbah kakung dan mbah uti) telah berada di pangkuanNya.

Dari desa kelahiran Bapak saya itu ada tokoh yang luar biasa, beliau KH Muntaha Al-Hafizh dan tiap lebaran pasti keluarga besar mbah saya bersilaturahmi ke pondok pesantren beliau. Kini beliau telah tiada, namun jejak dakwahnya masih terlihat dan semakin megah. Pondok Pesantren Al-Asy’ariyyah dengan ribuan santrinya, Yayasan Pendidikan Takhasus Al-Quran yang mengelola SMP dan SMA serta perguruan tinggi Universitas Sains dan Ilmu Al-Quran (UNSIQ) yang dulunya bernama Institut Ilmu Al-Quran (IIQ). Seorang tokoh kharismatik dan sangat mencintai Al-Quran.

Read More →

Perang harga (price war) dalam bisnis jasa penerbangan pada saat ini merupakan hal yang lumrah. Dewasa ini hampir semua industri terjadi perang harga, termasuk pada jasa penerbangan. Penyebab terjadinya perang harga ini antara lain:

  1. semakin banyaknya pemain baru yang masuk ke pasar yang menyebabkan market semakin crowded. Kompetisi yang terjadi di pasar semakin ketat
  2. keuntungan dari pangsa pasar yang diperebutkan semakin kecil

Kedua hal ini pada dasarnya adalah supply (penawaran) dan demand (permintaan). Hukum dasar ekonomi adalah jika demand besar sedangkan supply tetap/turun, maka harga akan naik. Sedangkan jika demand menurun/tetap sedangkan supply naik, maka harga cenderung akan turun.

Kondisi ini diperparah oleh usaha yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan atau memperpanjang product life-cycle. Kebanyakan perang harga terjadi ketika product life-cycle sudah berada di puncak. Untuk mempertahankan siklus itu tetap berada di puncak/tidak menurun, perusahaan bersedia untuk menurunkan margin usahanya. Lebih baik mendapatkan makin kecil margin usaha ketimbang tidak sama sekali.

Untuk mempertahankan margin yang sama dengan pendapatan yang menurun akibat perang harga, perusahaan harus dapat menemukan cara untuk mengurangi biaya. Asosiasi pengurangan biaya ini biasanya langsung dikorelasikan dengan mengurangi jumlah tenaga kerja (rasionalisasi/pensiun dini), akan tetapi jika perusahaan bisa berpikir kreatif, sebenarnya masih banyak lagi aspek-aspek pengurangan biaya yang dapat dilakukan.

Read More →

Bisa dikatakan ini adalah sebagai rutinitas, tiap senin dini hari harus meninggalkan istri dan menuju Semarang. Tepat pukul 00.00 pak Hartono, tukang ojek langganan menjemput dan mengantarkan ke Kedungbener, sebuah pertigaan tempat biasa orang menunggu bus. Berharap bisa naik bis Budiman trayek Tasik-Semarang, tapi tidak sesuai rencana.

Sekira pukul 01.30 bis yang ditunggu berlalu begitu saja mengabaikan lambaian tangan ini. Barangkali sudah penuh, efek libur panjang mungkin. Menggantungkan harapan bisa menumpang bis Suka trayek Tasik-Jepara pukul 02.30, tetapi sama seperti bis sebelumnya…. ya berlalu begitu saja.

Akhirnya mendapat tumpangan pak pri, seorang pegawai asal Kebumen yang berdinas di Semarang. Sudah kedua kalinya saya menumpang Isuzu Panther beliau. Alhamdulillah sampai semarang sekira pukul 06.30 dan masih sempat mengikuti apel pagi di Kampus.

Pagi mruput pukul 05.30 bergegas menuju Bandara Soekarno-Hatta dan masih sempat nge-lounge di Havana Lounge. Penerbangan bersama Lion Air JT0536 seat 21F tepat sesuai jadwal pukul 07.50 menuju Solo. Cuma nunut landing di Adi Soemarmo Solo akibat efek libur panjang dan kehabisan tiket ke jogja (rencana pertama mencari penerbangan ke Jogja).

Meneruskan perjalanan ke Jogja menumpang bus Bomel dan mengantri tiket bus patas efisiensi menuju Kebumen berjumpa istri. Hari ini dia berulang tahun ke 26th. Hepi b’day bunda…
Alhamdulillah sampai Kebumen pukul 16.30, kok hampir 12 jam perjalanan yak? lha berarti sama kaya naik kereta dong. Padahal dapat tiket lebih mahal 2 kali lipat dari hari biasa, atau hampir 4 kali lipat tiket promo.

Ah ga apa2, tiket sudah ada yang menanggung dan siap melaksanakan tugas dengan amanah. Insyaaaloh…

Banyak perusahaan yang bergerak dibidang yang sama dengan Google dengan pola kerja dan strategi pengembangan bisnis yang bermacam-macam dan Google mampu memposisikan sebagai yang teratas. Namun demikian, keberhasilan Google tidak terlepas dari persoalan hukum. Dalam pengembangan produk-produknya, Google dinilai berbagai pihak melakukan perbuatan melawan hukum antara lain tuduhan ”penjiplakan” sistim periklanan, dan Google berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Rachel Whetstone, Vice President Google of Global Communications and Public Affairs, dalam blog resmi Google mengatakan Google kerap mendapatkan ‘sensor’ dari berbagai pemerintahan dan memintanya untuk membatasi atau menghapus konten yang tidak sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku di negara tersebut, namun Google berhasil meyakinkan bahwa mereka tetap berusaha untuk menyajikan yang terbaik dan berada dijalur hukum yang berlaku.

Kesuksesan Google ini secara tak langsung juga sudah mengangkat posisi situs webnya dalam berhadapan dengan portal lain yang menawarkan banyak layanan online dan konten digital. Portal biasanya berusaha mengikat pengunjung, sedangkan Google malah membiarkan pengaksesnya berpindah-pindah secara bebas. Para analis memperkirakan Yahoo akan membeli saham di perusahaan saingan Google, Overture Services. Microsoft juga mulai memerhatikan Google, buktinya mereka giat membenahi kekuatan situs pencari MSN. Google juga mendapat saingan dari perusahaan lain yang mencoba mengimitasi sistemnya. Yahoo dan mesin pencari Ask Jeeves, misalnya, meniru kesederhanaan tampilan halaman Google, sedangkan perusahaan lain mencoba menawarkan tampilan informasi yang unik. Contohnya Vivisimo yang membagi pencarian ke sejumlah kategori. Lalu perusahaan kecil seperti Groxis dan Kartoo mengorganisasi informasi secara visual. Google sendiri rupanya tidak mau bersaing langsung. Mereka malah berharap dengan membantu saingan mereka mendapat penghasilan iklan dan pengunjung lebih banyak, bisnisnya tidak lagi diganggu-ganggu.

Sumber Referensi :

——-http://www.scribd.com/doc/40616797/Model-Bisnis-Google-Larry-Page-Dan-Sergey-Brin-Sebagai-Entrepereneur

——-http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Google http://www.google.com/corporate/culture.html http://www.vertygoteam.com/google_marketing_strategy.php

——-http://www.vertygoteam.com/google_business_model.php

Sampai saat ini Google menjalankan lebih dari satu juta server di seluruh dunia dan memproses lebih dari satu milyar permintaan pencarian dan dua puluh petabyte data setiap harinya. Server Google dijalankan menggunakan platform Unix/Linux dan dikembangkan dengan bahasa pemrograman Python, Java, C + +. Google File System (GFS) adalah platform penyimpanan inti mereka. Saat ini ada lebih dari 200 GFS cluster di Google. Sebuah cluster dapat memiliki 1000 atau bahkan 5.000 mesin. puluhan ribu mesin mengambil data dari GFS cluster yang menjalankan penyimpanan seluas 5 petabyte dan Read/Write dapat mencapai 40 gigabyte/detik di cluster. MapReduce adalah model pemrograman dan sebuah implementasi yang berhubungan untuk memproses dan menghasilkan kumpulan data yang besar. Saat ini terdapat 6.000 aplikasi MapReduce di Google dan ratusan aplikasi baru yang sedang ditulis setiap bulan. Skala Bigtable untuk menyimpan URL milyaran, ratusan terabyte citra satelit, dan preferensi ratusan juta pengguna. Google memvisualisasi infrastruktur mereka menjadi tiga layer:

  1. Produk : pencarian, iklan, email, peta, video, chatting, blogger
  2. Sistem Infrastruktur Terdistribusi : GFS, MapReduce, dan Bigtable.
  3. Computing Platform : sekumpulan mesin data center yang berbeda

Yang membedakan mereka dari perusahaan lain adalah mengendalikan segala sesuatu dan itu adalah platform. Dan yang mereka perlukan:

  1. Reliabilitas tinggi di pusat data
  2. Skalabilitas untuk ribuan node jaringan
  3. Membutuhkan bandwith yang besar untuk Read/Write
  4. Mendukung blok yang besar dari data yang ukuran gigabyte.
  5. Membagi operasi yang efisien di seluruh node untuk mengurangi kemacetan jaringan.

Kultur Organisasi

At Google, we know that every employee has something important to say, and that every employee is integral to our success. We provide individually- tailored compensation packages that can be comprised of competitive salarky, bonus, and equity components, along with the opportunity to earn further financial bonuses and rewards. (Google website)

Hidup perlu keseimbangan adalah teori perilaku organisasi yang coba direalisasikan oleh Google. Google berpendapat bahwa tuntutan berkreasi yang harus dilakukan dalam hitungan menit hanya dapat dilakukan bila karyawan merasakan kenyamanan dalam bekerja. Rahasia mengapa Google terdiri dari orang-orang kreatif adalah bagaimana Google sangat fokus dalam proses hiring atau perekrutan karyawannya. Mereka berusaha untuk menemukan orang-orang yang tepat, yakni orang-orang yang sesuai dengan budaya Google bahkan ketika saat itu perusahaan Google belum jelas mendapat keuntungan yang dihasilkan. Google membangun sistem kerja yang unik untuk para karyawannya, di Googleplex sebutan untuk kantor pusat Google di Silicon Valey, California, suasana kerja diciptakan dengan menanggalkan kesan formal sehingga karyawannya menjadi lebih leluasa untuk berinovasi, berimprovisasi dan memberikan kesan para pimpinan bisa tetap dekat dengan karyawannya. Meski demikian nilai objektivitas tetap dikembangkan. Semboyan don’t be evil digunakan untuk menunjang nilai objektivitas dan kejujuran.

Read More →

Perkembangan HTML 5

Perkembangan Web semakin tidak dapat dipungkiri. Situs-situs baru dan inovatif yang diciptakan setiap hari, memperlebar batas-batas dari HTML ke segala arah. HTML 4 telah digunakan sekitar hampir satu dekade dari sekarang, dan pengembang terus mencari teknik baru untuk meningkatkan fungsionalitas yang terkendala oleh bahasa dan browser. Untuk memberikan lebih banyak fleksibilitas dan interoperabilitas bagi pengembang, dan memungkinkan website dan aplikasi lebih interaktif dan menarik, HTML 5 diperkenalkankan dengan meningkatkan berbagai fitur termasuk kontrol form, API, multimedia, struktur, dan semantik. Sejak tahun 2004 hingga saat ini dilakukan pengembangan bersama antara W3C HTML WG dan WHATWG . Banyak pemain kunci yang berpartisipasi dalam upaya W3C tersebut termasuk perwakilan dari empat vendor browser utama: Apple, Mozilla, Opera, dan Microsoft, dan berbagai organisasi lain dan individu dengan beragam kepentingan dan keahlian.

Berikut perjalanan panjang perkembangan HTML 5 hingga sekarang:

  • Pada tahun 1997, W3C mengumumkan tidak akan lagi memperpanjang HTML 4 dan melihat XML dan XHTML sebagai masa depan. Penanganan Kesalahan Draconian, (Draco adalah pemimpin Yunani yang diberi hukuman mati karena pelanggaran kecil), diinstruksikan bahwa browser adalah untuk memperlakukan semua kesalahan dalam XML sebagai sesuatu yang fatal. Dengan 99% dari halaman web menampilkan kesalahan kecil, dan kurangnya fitur-fitur baru dalam XML, banyak webmaster mengabaikan standar baru atau lanjutan untuk melayani situs Web mereka sebagai HTML, bahkan ketika mengadopsi XHTML.
  • Pada tahun 2004, sekelompok pengembang dan vendor browser termasuk Apple, Opera dan Mozilla memberikan presentasi kepada W3C pada perkembangan HTML 4 untuk menyertakan fitur baru untuk aplikasi web modern. W3C menolak proposal mereka memperluas HTML dan CSS. Mereka berniat memberontak perkembangan HTML4 dan memisahkan diri dari W3C, membentuk kelompok kerja mereka sendiri yang disebut WHATWG (Web Hypertext Applications Technology Working Group). Inti dari keyakinan WHATWG adalah kompatibilitas mundur dan mengampuni penanganan kesalahan. Visi WHATWG adalah untuk memperpanjang fitur HTML termasuk penanganan form sambil memastikan bahwa hal itu akan menurunkan keanggunan di browser lama. Sementara dunia W3C ingin pindah ke XML standar baru, WHATWG direncanakan untuk mengevolusi HTML yang ada untuk mendukung internet modern.
  • Pada tahun 2006, Tim Berners-Lee, pendiri W3C, mengakui bahwa para pemberontak di WHATWG telah mendapatkan momentum dan mengumumkan bahwa W3C akan bekerja sama dengan WHATWG untuk mengembangkan HTML. Kelompok Kerja W3C HTML dibentuk, bekerja dengan HTML dalam kaitannya dengan XHTML. HTML5 secara resmi lahir.
  • Pada bulan Oktober 2009, W3C menutup XHTML2 dan membuat HTML 5 Internet masa depan. Para perompak mengambil alih kapal!

(dikutip dari http://www.uprian.com/2010/06/mengenal-html5-web-masa-depan-internet.html)

Read More →