Terdapat banyak faktor yang mengancam keamanan komunikasi data. Ancaman-ancaman tersebut menjadi masalah terutama dengan semakin meningkatnya komunikasi data yang bersifat rahasia. Secara garis besar, ancaman terhadap komunikasi data dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

  1. Ancaman aktif mencakup kecurangan dan kejahatan terhadap komunikasi data. Dari sekian banyak faktor-faktor yang dapat mengancam keamanan dari suatu data, maka berdasarkan tekniknya, faktor-faktor tersebut dapat dikelompokkan ke dalam empat jenis ancaman, yaitu:
    • Interruption, terjadi bila data yang dikirimkan dari A tidak sampai pada orang yang berhak (B). Interruption merupakan pola penyerangan terhadap sifat availability (ketersediaan data). Contohnya adalah merusak dan membuang data-data pada suatu sistem komputer, sehinggga menjadi tidak ada dan tidak berguna.
    • Interception, yaitu serangan ini terjadi jika pihak ketiga (C) berhasil mendapatkan akses informasi dari dalam sistem komunikasi. Contohnya, dengan menyadap data yang melalui jaringan  public (wiretapping) atau menyalin secara tidak sah  file atau program.  Interception mecangancam sifat kerahasiaan data.
    • Modification, pada serangan ini pihak ketiga berhasil merubah pesan yang dikirimkan. Modification merupakan pola penyerangan terhadap sifat integritas data.
    • Fabrication, merupakan ancaman terhadap integritas, yaitu orang yang tidak berhak yang meniru atau memalsukan suatu objek ke dalam sistem. Jadi, penyerang berhasil mengirimkan pesan menggunakan identitas orang lain
  2. Ancaman pasif mencakup kegagalan sistem, kesalahan manusia dan bencana alam.

Aspek keamanan komunikasi data terdiri dari:

  1. Authentication, memberi jaminan bahwa semua pelaku dalam komunikasi adalah otentik atau mereka yang dapat di-klaim
  2. Integrity, aspek yang menjamin bahwa data tidak dirubah tanpa ada ijin fihak yang berwenang (authorized), menjaga keakuratan dan keutuhan data serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.
  3. Privacy and Confidentiality, aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.
  4. Non-repudiation atau nir penyangkalan adalah usaha untuk mencegah terjadinya penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat. Non-repudiation menyediakan metode untuk menjamin bahwa tidak terjadi kesalahan dalam melakukan klaim terhadap pihak yang melakukan transaksi
  5. Availibility, aspek yang menjamin bahwa data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan data dan perangkat terkait.

 

saya lupa sumber tulisan ini dari mana saja ya, maklum ini tugas 2 tahun yang lalu 😀

Baru saja membaca tulisan tentang dinamika dunia kerja. Beberapa rekan terutama yang sudah/pernah bekerja saya rasa juga pernah menemui hal-hal semacam ini, ya dinamika dalam dunia kerja yang saya pernah/sedang mengalami/melihatnya juga. Tapi saya kira pragmatis tidak hanya ditunjukkan ketika mengincar promosi jabatan tertentu saja, tapi bisa jadi untuk mendapatkan sesuatu. Sikut sana – sikut sini, menutup mata dengan rekan yang mungkin lebih membutuhkannya bisa jadi termasuk sebagai sikap pragmatis.

Monggo kita baca bersama tulisannya:

Sebuah pengalaman pribadi, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dunia kerja dengan segala dinamikanya, menyimpan beribu tantangan yang harus dilalui. Terkadang ada rasa khawatir, rasa tidak mampu hingga kesulitan beadaptasi dengan dunia yang betul-betul baru dan menuntut keahlian.
Bagi seorang fresh graduate seperti saya, mungkin juga dialami oleh teman-teman yang masih di bangku kuliah, dunia kerja hanyalah ada dalam angan-angan, bahkan masih diluar angan-angan. Bagi sebagian fresh graduate, mencari kerja adalah sebuah hal yang sulit, apalagi sudah memiliki penyakit pesimis, merasa tidak mampu bahkan ada yang merasa tidak berguna. Keadaan inilah yang membuat seorang fresh graduate rela bekerja apa saja, asal bisa menghidupi diri sendiri, tak kenal lagi akan idealism keilmuan atau latar belakang pendidikan. Sehingga tidak heran, seorang sarjana pertanian, kerja sebagai marketing, sarjana ekonomi menjadi tukang ojek dan lain-lain.
Dinamika dunia kerja, memang penuh dengan dinamika. Ada yang beruntung, ada pula yang buntung. Dunia kerja adalah dunia pragmatis, berbeda dengan dunia pendidikan yang mengajarkan bagaimana dunia seharusnya (idealis).
Lain lagi halnya jika seseorang sudah masuk dalam dunia kerja. Bekerja disebuah perusahaan misalnya, membutuhkan adaptasi (apalagi latar belakang pendidikan yang berbeda). Jika tantangan ini sudah dilalui, akan muncul tantangan lainnya, seperti promosi jabatan yang tidak pernah diharapkan sebelumnya. dulu sewaktu melamar jadi karyawan, hanya berharap untuk diterima, setelah diterima, berharap gaji dinaikkan, setelah gaji dinaikkan, berharap jabatan dinaikkan, dan seterusnya. Ini adalah satu potret bagaimana dunia kerja disebuah perusahaan.
Ini jelas menunjukkan bahwa dunia kerja adalah dunia yang pragmatis, dan sangat jarang terlihat idealism dalam dunia kerja. Idealisme apa yang bisa ditunjukkan dalam dunia kerja? Saya rasa sangat susah menyebutkannya. Bahkan demi promosi jabatan, seseorang rela sikut-menyikut dengan teman sejawat. Tanpa sikap pragmatis, seseorang sangat mustahil untuk sebuah promosi jabatan misalnya.
Dunia kerja adalah dunia yang real, sehingga tidak heran jika seseorang yang idealis dikampus misalnya, setelah memasuki dunia kerja, sikap idealism ini jarang dinampakkan, karena tuntutan pekerjaan dan karir. Apakah sikap idealisme betul-betul mati? Saya rasa tidak. Seorang yang betul-betul idealis akan tetap idealis, walaupun terkadang muncul sikap pragmatis pada masalah tertentu. Bahkan, seorang yang idealis mampu mensinkronkan fungsi pragmatis dan fungsi idealis. Jika fungsi prgamatis adalah untuk meraih  tantangan baru, maka idealis adalah cara untuk menyeimbangkannya.

Tulisan ini saya comot dari blog salah satu pengajar saya, Pak Lukito Edi Nugroho di http://lukito.staff.ugm.ac.id/2013/03/01/strukturisasi-skripsi-tesis-atau-disertasi-dalam-satu-diagram/ Tulisan yang ringkas namun komplit pakai banget mengenai Skripsi – Thesis atau Disertasi, monggo dinikmati:

Menulis skripsi, tesis, atau disertasi bukan hanya sekedar menyusun kalimat untuk membangun konten dari bagian-bagian naskah ilmiah tersebut. Yang tidak kalah pentingnya adalah menjamin keruntutan antara satu bagian dengan bagian yang lain. Kelancaran “aliran” ide dan penjelasan inilah yang membuat naskah skripsi, tesis, dan disertasi menjadi enak dibaca.

Research-Stages2

1328529514Bapak Saya lahir di Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo, sebuah desa kecil yang asri dan sejuk di kakai pegunungan Dieng. Tepat di bawah Kampus UNSIQ Wonosobo (dulu namanya IIQ), mbah yang biasa kami panggil mbah miri (berasal dari Kemiri, nama dusun tempat tinggal mbah) tinggal. Maka sudah menjadi kewajiban bagi keluarga kami untuk berkunjung ke rumah mbah, setidaknya setiap hari lebaran. Kini mereka berdua (mbah kakung dan mbah uti) telah berada di pangkuanNya.

Dari desa kelahiran Bapak saya itu ada tokoh yang luar biasa, beliau KH Muntaha Al-Hafizh dan tiap lebaran pasti keluarga besar mbah saya bersilaturahmi ke pondok pesantren beliau. Kini beliau telah tiada, namun jejak dakwahnya masih terlihat dan semakin megah. Pondok Pesantren Al-Asy’ariyyah dengan ribuan santrinya, Yayasan Pendidikan Takhasus Al-Quran yang mengelola SMP dan SMA serta perguruan tinggi Universitas Sains dan Ilmu Al-Quran (UNSIQ) yang dulunya bernama Institut Ilmu Al-Quran (IIQ). Seorang tokoh kharismatik dan sangat mencintai Al-Quran.

Read More →

Perang harga (price war) dalam bisnis jasa penerbangan pada saat ini merupakan hal yang lumrah. Dewasa ini hampir semua industri terjadi perang harga, termasuk pada jasa penerbangan. Penyebab terjadinya perang harga ini antara lain:

  1. semakin banyaknya pemain baru yang masuk ke pasar yang menyebabkan market semakin crowded. Kompetisi yang terjadi di pasar semakin ketat
  2. keuntungan dari pangsa pasar yang diperebutkan semakin kecil

Kedua hal ini pada dasarnya adalah supply (penawaran) dan demand (permintaan). Hukum dasar ekonomi adalah jika demand besar sedangkan supply tetap/turun, maka harga akan naik. Sedangkan jika demand menurun/tetap sedangkan supply naik, maka harga cenderung akan turun.

Kondisi ini diperparah oleh usaha yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan atau memperpanjang product life-cycle. Kebanyakan perang harga terjadi ketika product life-cycle sudah berada di puncak. Untuk mempertahankan siklus itu tetap berada di puncak/tidak menurun, perusahaan bersedia untuk menurunkan margin usahanya. Lebih baik mendapatkan makin kecil margin usaha ketimbang tidak sama sekali.

Untuk mempertahankan margin yang sama dengan pendapatan yang menurun akibat perang harga, perusahaan harus dapat menemukan cara untuk mengurangi biaya. Asosiasi pengurangan biaya ini biasanya langsung dikorelasikan dengan mengurangi jumlah tenaga kerja (rasionalisasi/pensiun dini), akan tetapi jika perusahaan bisa berpikir kreatif, sebenarnya masih banyak lagi aspek-aspek pengurangan biaya yang dapat dilakukan.

Read More →

Bisa dikatakan ini adalah sebagai rutinitas, tiap senin dini hari harus meninggalkan istri dan menuju Semarang. Tepat pukul 00.00 pak Hartono, tukang ojek langganan menjemput dan mengantarkan ke Kedungbener, sebuah pertigaan tempat biasa orang menunggu bus. Berharap bisa naik bis Budiman trayek Tasik-Semarang, tapi tidak sesuai rencana.

Sekira pukul 01.30 bis yang ditunggu berlalu begitu saja mengabaikan lambaian tangan ini. Barangkali sudah penuh, efek libur panjang mungkin. Menggantungkan harapan bisa menumpang bis Suka trayek Tasik-Jepara pukul 02.30, tetapi sama seperti bis sebelumnya…. ya berlalu begitu saja.

Akhirnya mendapat tumpangan pak pri, seorang pegawai asal Kebumen yang berdinas di Semarang. Sudah kedua kalinya saya menumpang Isuzu Panther beliau. Alhamdulillah sampai semarang sekira pukul 06.30 dan masih sempat mengikuti apel pagi di Kampus.

Pagi mruput pukul 05.30 bergegas menuju Bandara Soekarno-Hatta dan masih sempat nge-lounge di Havana Lounge. Penerbangan bersama Lion Air JT0536 seat 21F tepat sesuai jadwal pukul 07.50 menuju Solo. Cuma nunut landing di Adi Soemarmo Solo akibat efek libur panjang dan kehabisan tiket ke jogja (rencana pertama mencari penerbangan ke Jogja).

Meneruskan perjalanan ke Jogja menumpang bus Bomel dan mengantri tiket bus patas efisiensi menuju Kebumen berjumpa istri. Hari ini dia berulang tahun ke 26th. Hepi b’day bunda…
Alhamdulillah sampai Kebumen pukul 16.30, kok hampir 12 jam perjalanan yak? lha berarti sama kaya naik kereta dong. Padahal dapat tiket lebih mahal 2 kali lipat dari hari biasa, atau hampir 4 kali lipat tiket promo.

Ah ga apa2, tiket sudah ada yang menanggung dan siap melaksanakan tugas dengan amanah. Insyaaaloh…

Banyak perusahaan yang bergerak dibidang yang sama dengan Google dengan pola kerja dan strategi pengembangan bisnis yang bermacam-macam dan Google mampu memposisikan sebagai yang teratas. Namun demikian, keberhasilan Google tidak terlepas dari persoalan hukum. Dalam pengembangan produk-produknya, Google dinilai berbagai pihak melakukan perbuatan melawan hukum antara lain tuduhan ”penjiplakan” sistim periklanan, dan Google berhasil mengalahkan lawan-lawannya. Rachel Whetstone, Vice President Google of Global Communications and Public Affairs, dalam blog resmi Google mengatakan Google kerap mendapatkan ‘sensor’ dari berbagai pemerintahan dan memintanya untuk membatasi atau menghapus konten yang tidak sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku di negara tersebut, namun Google berhasil meyakinkan bahwa mereka tetap berusaha untuk menyajikan yang terbaik dan berada dijalur hukum yang berlaku.

Kesuksesan Google ini secara tak langsung juga sudah mengangkat posisi situs webnya dalam berhadapan dengan portal lain yang menawarkan banyak layanan online dan konten digital. Portal biasanya berusaha mengikat pengunjung, sedangkan Google malah membiarkan pengaksesnya berpindah-pindah secara bebas. Para analis memperkirakan Yahoo akan membeli saham di perusahaan saingan Google, Overture Services. Microsoft juga mulai memerhatikan Google, buktinya mereka giat membenahi kekuatan situs pencari MSN. Google juga mendapat saingan dari perusahaan lain yang mencoba mengimitasi sistemnya. Yahoo dan mesin pencari Ask Jeeves, misalnya, meniru kesederhanaan tampilan halaman Google, sedangkan perusahaan lain mencoba menawarkan tampilan informasi yang unik. Contohnya Vivisimo yang membagi pencarian ke sejumlah kategori. Lalu perusahaan kecil seperti Groxis dan Kartoo mengorganisasi informasi secara visual. Google sendiri rupanya tidak mau bersaing langsung. Mereka malah berharap dengan membantu saingan mereka mendapat penghasilan iklan dan pengunjung lebih banyak, bisnisnya tidak lagi diganggu-ganggu.

Sumber Referensi :

——-http://www.scribd.com/doc/40616797/Model-Bisnis-Google-Larry-Page-Dan-Sergey-Brin-Sebagai-Entrepereneur

——-http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Google http://www.google.com/corporate/culture.html http://www.vertygoteam.com/google_marketing_strategy.php

——-http://www.vertygoteam.com/google_business_model.php

Sampai saat ini Google menjalankan lebih dari satu juta server di seluruh dunia dan memproses lebih dari satu milyar permintaan pencarian dan dua puluh petabyte data setiap harinya. Server Google dijalankan menggunakan platform Unix/Linux dan dikembangkan dengan bahasa pemrograman Python, Java, C + +. Google File System (GFS) adalah platform penyimpanan inti mereka. Saat ini ada lebih dari 200 GFS cluster di Google. Sebuah cluster dapat memiliki 1000 atau bahkan 5.000 mesin. puluhan ribu mesin mengambil data dari GFS cluster yang menjalankan penyimpanan seluas 5 petabyte dan Read/Write dapat mencapai 40 gigabyte/detik di cluster. MapReduce adalah model pemrograman dan sebuah implementasi yang berhubungan untuk memproses dan menghasilkan kumpulan data yang besar. Saat ini terdapat 6.000 aplikasi MapReduce di Google dan ratusan aplikasi baru yang sedang ditulis setiap bulan. Skala Bigtable untuk menyimpan URL milyaran, ratusan terabyte citra satelit, dan preferensi ratusan juta pengguna. Google memvisualisasi infrastruktur mereka menjadi tiga layer:

  1. Produk : pencarian, iklan, email, peta, video, chatting, blogger
  2. Sistem Infrastruktur Terdistribusi : GFS, MapReduce, dan Bigtable.
  3. Computing Platform : sekumpulan mesin data center yang berbeda

Yang membedakan mereka dari perusahaan lain adalah mengendalikan segala sesuatu dan itu adalah platform. Dan yang mereka perlukan:

  1. Reliabilitas tinggi di pusat data
  2. Skalabilitas untuk ribuan node jaringan
  3. Membutuhkan bandwith yang besar untuk Read/Write
  4. Mendukung blok yang besar dari data yang ukuran gigabyte.
  5. Membagi operasi yang efisien di seluruh node untuk mengurangi kemacetan jaringan.