Jumat pagi ibu kinar ngabari kalau kinar demam, tapi dia tetep ceria dan mainan seperti biasa. Tak berapa lama ibu kinar ngabari kalau suhunya sudah mencapai 40°C, dengar ini saya panik dan ga karuan tentunya.
Jumat pagi memang baru pulang dari jakarta, tapi saya putuskan pulang ke semarang karena ada pekerjaan di kantor. Ah tetap saja ga bisa konsen ngerjainnya dan saya putuskan pulang lebih awal.
Begitu sampai rumah kinar sedang digendong utinya, tetapi saat melihat ayahnya dia langsung senyum. Ah surga… tapi begitu saya pegang keningnya, ya tuhan panasnya. Semakin malam kinar semakin rewel meskipun akhirnya bisa bobo juga. Hampir tiap jam dia bangun dan ngrengek, sampai akhirnya jam 4 pagi suhu kinar tinggi. Setelah berembug dg ibu kinar, kakung dan utinya akhirnya diputuskan dibawa ke rumah sakit. Jam 5.30 kami berangkat dan tidak lebih dari 30 menit kami sampai di RSKA Wijaya Kusuma.
Waktu itu yang ada memang dokter jaga bukan dokter spesialis dan disarankan untuk rawat inap. Kami memang sudah siapkan pakaian kinar kalau harus opname, dan kami putuskan kinar rawat inap.
Kinar masuk UGD dan didampingi ibunya untuk dipasangkan infus. Orang tua mana yang tega melihat anaknya yang baru berumur 5 bulan harus disuntik dan dipasangkan infus. Saya tunggu di luar dan heran kok masang infus lama sekali, dan saya masuk UGD. Saya kaget ga ketulungan waktu ibu kinar bilang kalau kinar udah lebih dari 5 kali ditusuk jarum dan gagal pasang infus. Katanya venanya susah dicari dan bengkak. Meskipun akhirnya bisa diinfus dan bisa dibawa ke kamar tapi melihat bekas tusukan jarum yang gagal dan mulai terlihat memar ah apa yang harus saya lakukan.
Hari ini usia kinar tepat 5 bulan dan harus kami habiskan di rumah sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation